Senin, 04 Mei 2015

Touchdown Kuala Lumpur



Kuala Lumpur, Yes Here I am

** Ini adalah catatan perjalanan Singapore- Malaysia selama 8D7N meliputi kota Singapura, Johor Bahru, Melaka, Kuala Lumpur dan Putrajaya dengan biaya 2,5 juta Rupiah (sudah termasuk biaya airline, akomodasi, transportasi umum, makan, jajan dan oleh-oleh)

Sebenarnya berat meninggalkan Melaka, rasanya gua masih pengen duduk-duduk bengong di pinggiran sungai Melaka lebih lama. Walaupun kehitung lama 3 hari disana, karena biasanya orang-orang ke Melaka cuma sehari. Tapi suasana yang begitu tenang membuat gua betah disana.

Dataran Hang Tuah, Melaka

Pinggiran Sungai Melaka

Hari ketiga di Melaka, kira- kira jam 10.30 pagi gua check out untuk melanjutkan lawatan ke Kuala Lumpur. Untuk itu gua harus kembali ke Melaka Sentral dengan bas awam. Gua pun menunggu bas awam Panorama di halte yang letaknya hanya 3 menit jalan kaki dari hotel wana riverside. Tak lama bus datang, dan tak butuh waktu yang lama juga bus ini membawa gua ke Melaka Sentral, seperti tidak sabar mengantar penumpangnya pergi dari kota yang cantik nan sederhana ini.

Panorama Bus Melaka 



Di Melaka Sentral mencari tiket bus ke Kuala Lumpur bukan perkara yang sulit, semua loket pasti menjualnya, hanya saja gua perlu berkeliling dulu untuk survey tarif .



Gua memilih bus Delima dengan tarif RM 10 untuk keberangkatan pukul 12.00.
Perjalanan Melaka – Kuala Lumpur ditempuh selama 2 jam dengan dominasi pemandangan yang sama seperti waktu gua dari Johor Bahru ke Melaka, yaitu perkebunan kelapa sawit.



Memasuki Kuala Lumpur

Sampai di TBS, Kuala Lumpur

Pukul 14.00 bus sampai di tujuan, yaitu Terminal Bersepadu Selatan, KL. Terminal ini melayani perjalanan bus antarkota ke arah selatan (seperti Melaka, JB dan Singapura) dan terintegrasi dengan Kereta Komuter, LRT, Kereta bandara. Bangunan terminal ini lebih mirip seperti mall yang bertingkat dan terkesan mewah.

Terminal Bersepadu Selatan, KL

Foto dari gedung Terminal Bersepadu Selatan Kuala Lumpur. Disebrangnya ada stasiun LRT, KTM Komuter dan KLIA Transit



Inside Terminal Bersepadu Selatan, Kuala Lumpur

Jembatan penghubung TBS dan stasiun



Sebenarnya gini gua iri dengan fasilitas publik di negara orang, kondisi terminal di ibukota Jakarta aja masih semrawut dan tidak terintegrasi,.. hmm sementara di sebelah (Malaysia) fasilitas dan pelayanan terminal bus sudah seperti bandara. Ya kita memang harus cepat berbenah, jangan sampai jauh tertinggal

Sesampai disana tujuan pertama gua yaitu langsung ke Hostel untuk check in. Hostel gua bernama Cosmopolitan, letaknya sangat dekat dengan stasiun monorail Chow Kit. Untuk kesana gua harus naik LRT terlebih dahulu sampai stasiun Titiwangsa dan disambung dengan monorail. Tarifnya RM 2.60..



Sekarang gua siap eksplor kota berwawasan Kuala Lumpur.. !! :’)

Sabtu, 25 April 2015

Trip to Melaka, World Heritage City


** Ini adalah catatan perjalanan Singapore- Malaysia selama 8D7N meliputi kota Singapura, Johor Bahru, Melaka, Kuala Lumpur dan Putrajaya dengan biaya 2,5 juta Rupiah (sudah termasuk biaya airline, akomodasi, transportasi umum, makan, jajan dan oleh-oleh)

Melaka adalah kota yang berada di tengah- tengah jalur darat Singapura – Kuala Lumpur. Kota ini menyandang “World Heritage City” dari UNESCO yang suasana kotanya dipenuhi oleh bangunan-bangunan tua peninggalan Portugis.

Bangunan Merah (Stadhuys)




 Jadi kalo lo punya rencana ke Singapura dan lanjut ke Kuala Lumpur atau sebaliknya, jangan lupa singgah ke kota ini. Selain memberikan sedikit ketenangan karena bukan kota metropolitan, total biaya perjalanan menggunakan bus untuk Johor Bahru – Melaka (RM 21) dan Melaka – Kuala Lumpur (RM 10), jatohnya lebih murah ketimbang lo beli tiket bus  langsung Johor Bahru – Kuala Lumpur (RM 35- 40)

Karena gua dari Singapura, maka gua pergi kota ini dengan bus antarkota dari Terminal Larkin Johor Bahru. Perjalanan ditempuh selama 2,5 jam.

Sampai di Melaka, Suasana terminal bus Melaka Sentral sangat luas dan bersih. Fasilitas ruang tunggu layaknya bandara dan informasi yang jelas membuat siapapun yang baru pertama kali datang kesana gak kayak orang bego yang mudah ditipu. Lagipula ketika bus sampai dan melangkahkan kaki di terminal tersebut, kita langsung diarahkan ke area kedatangan sama seperti bandara pada umumnya.

Melaka Sentral Bus Station

Masuk area terminal, tersedia banyak toko dan loket. Oh iya, terminal ini dibagi menjadi dua area, yaitu antarkota (kedatangan dan keberangkatan) dan dalam kota. bagi pelancong yang masih bingung rute bus dalam kota, tersedia pusat informasi ditengah- tengah gedung.

Tourist spot di Melaka adalah bangunan merah (Christ Church). Bangunan merah ini terletak dalam kawasan kota tua UNESCO. Jadi satu-satunya bus kota yang ramai oleh para pelancong berada di platform 17. Sedikit gambaran saja, ketika lo nyampe di Melaka Sentral, langsung aja cari platform 17 bus Panorama dan tunggulah bus kota disana. Tarif bus cuma RM 2 dan langsung dibayar ke supir.

Bas awam di Melaka
Disini gua menginap di hotel Wana Riverside untuk dua malam yang gua pesan melalui Traveloka dengan tarif Rp 300.000  tipe family room (Maksimal 3 orang).


View dari Hotel
Wana Riverside Hotel
Melaka adalah kota yang kecil, selama tiga hari disini gua selalu berjalan kaki mengelilingi kota. Selain suasana yang tenang dan nyaman untuk berjalan kaki, transportasi umum untuk sekedar keliling kawasan kota tua ini tidak tersedia. Sehingga tidak ada pilihan lain selain berjalan kaki.




Berjalan kaki menuju satu tempat ke tempat lainnya, gua mengandalkan brosur “Old Melaka Heritage Tour”, yang bisa diambil di pusat informasi turis yang letaknya tepat disebrang bangunan merah. Dengan brosur ini kita dapat mengeksplor Melaka lebih jelas.





Melaka memberikan ketenangan bagi siapapun yang mengunjunginya, Suatu saat kalo ke Malaysia, gua pasti mengunjungi kota ini lagi..

Selasa, 24 Maret 2015

Johor Bahru dan Megahnya Gerbang Masuk Negara Tetangga



** Ini adalah catatan perjalanan Singapore- Malaysia selama 8D7N meliputi kota Singapura, Johor Bahru, Melaka, Kuala Lumpur dan Putrajaya dengan biaya 2,5 juta Rupiah (sudah termasuk biaya airline, akomodasi, transportasi umum, makan, jajan dan oleh-oleh)

Paspor keluar Singapura sudah di cap, maka berakhirlah jalan-jalan gue selama 3 hari disana. Setelah melintasi perbatasan dua negara yang sudah dikenal tersibuk di Asia Tenggara pada tengah malam itu. Ketika bus SBS Transit yang gua tumpangi sampai di checkpoint imigrasi Johor Bahru, Penumpang kembali bergegas turun dan berlari kecil menuju bangunan Imigrasi untuk di cap paspor masuk Malaysia.

Namun begitu memasuki bangunan imigrasi, tiba-tiba gua terperangah dan gak nyangka kalau pemerintah Malaysia sebegitu niatnya membangun pintu gerbang negaranya. Desainnya keren dan futuristik!. Bangunan ini bahkan lebih besar dari yang gua lihat sebelumnya di google pics, Sangat besar dan luas. Dibilang kayak mall, nggak! Masih kerenan ini malah.




Bangunan ini lebih terlihat seperti T3 bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Ngurah Rai yang baru. Tapi inget, ini bukan bandara! Ini imigrasi yang tempatnya untuk cap paspor, selesai itu sudah… Mereka membangun pintu gerbang negaranya sebagus mungkin dan disitulah kita dapat menilai keseriusan mereka dalam mengelola pariwisata. Ambisi yang patut ditiru bagi pemerintah Indonesia. 

Selesai cap paspor masuk Malaysia, gua benar- benar gak tau mau ngapain. Mau tidur juga dimana, Karena gue di Johor Bahru cuma sekedar transit. Yang ada dalam rencana bahwa esok harinya gua akan melanjutkan perjalanan ke Melaka. Dari sini gua akan naik bus antarkota (Bas awam) dari Terminal Larkin. Nah, untuk ke terminal bus Larkin itu gua harus naik bas awam dari JB Sentral yang letaknya bersebelahan dengan bangunan Imigrasi. Namun berhubung gua datang pada tengah malam, sudah tidak ada layanan bas awam untuk ke terminal Larkin.

Fyi, Terminal Larkin (Larkin Sentral) adalah terminal bus yang melayani perjalanan antarkota di Johor Bahru. Semua destinasi bus dari dan ke Johor Bahru terpusat disana, seperti ke Kuala Lumpur, Melaka, Ipoh, dll. Tidak seperti JB sentral (Melayani bas awam, stasiun KA dan pusat perbelanjaan) yang letaknya bersebelahan dengan bangunan imigrasi Johor Bahru, Terminal bus Larkin letaknya agak jauh dan untuk menuju kesana kita harus naik transportasi umum (bas awam).

Saat itu suasana Imigrasi Johor sangat sepi, sesekali diramaikan oleh datangnya turis dari Singapura, dan kemudian sepi lagi. Untuk menghabiskan waktu disana, gua keliling lah bangunan imigrasi, kemudian tengok-tengok JB sentral yang ada disebrangnya, tapi sepi juga. Sampai akhirnya gua ngemper di platform tempat menunggu bus untuk memuaskan rasa kantuk.. tapi sial nih, gua gak bisa tidur enak karena sering keganggu sama suara orang lewat.

Tempat ngemper gue di JB Sentral

Hingga jam 5 pagi bus pertama datang (maaf lupa nomornya), Gua langsung tanya ke pengemudi apakah ini ke terminal Larkin? Dan dijawab iya. Gua jadi penumpang pertama yang naik dan gak perlu waktu lama, bus ini cus berangkat mengantarkan penumpang ke Larkin.  Tarif sekali jalan RM 2.

Nyampe di terminal Larkin saat itu masih sepi, semua loket masih pada tutup. Jadi gua iseng- iseng baca tarif bus ke Melaka yang tertempel di loket-loket untuk nemu yang tarif yang hemat. Sembari nunggu beroperasinya loket dan sudah memasuk waktu subuh juga pukul 06.00 setempat, gue lanjut ke Musholla yang terdapat di lantai 2 terminal.

Namun saat gua balik lagi ke bawah tiba- tiba keadaan terminal sudah ramai dan loket- loket sudah buka melayani antrian penumpang. Gua ngerasa horor aja, kok ditinggal sholat sebentar udah begini keadaannya?... keadaan semakin aneh ketika jam keberangkatan bus yang pertama di semua loket yang gua tanya udah penuh dipesan (Oh mungkin ada yang pesan online melalui expressbusmalaysia.com). 

Gak mau kehabisan tiket, gua pilih bus “City Express” jam 08.30 (karena yang tersedia jam segitu). Padahal interval keberangkatan bus setengah jam sekali.

Terminal Larkin jam 07.30
Tarif RM 20.90 dan Nomor platform C39

Jangan samakan kondisi terminal bus di Malaysia dengan Indonesia. Disini bus menaikan penumpang sesuai dengan nomor platform. Gak ada ceritanya penumpang sembarangan naik

Setelah mendapatkan tiket dan mencari nomor platform yang tertera di tiket, gua keliling cari sarapan, Kebetulan kedai ditempat gua beli makan ada Wifi. Jadi lumayan bisa update. Letak kedai ada di pinggir kanan bangunan terminal. Disitu gua pesan Teh-O dan satu risol harganya RM 2.50.

10 menit sebelum pukul 08.30, bus tiba di platform dan tepat pada waktunya bus berangkat. Jadi kalo lo telat, bus gak akan menunggu. Formasi kursi dalam bus 1-2, kalau kelas bus Indonesia itu setara dengan Super Executive (Sangat murah dan armada bus terkini). Selama perjalanan gua lebih banyak tidur dan sesekali terbangun melihat pemandangan kebun kelapa sawit yang terhampar luas.





Waktu tempuh Johor Bahru ke Melaka 2,5 jam, Pak supir mengendarai bus dengan sangat tenang, apalagi kualitas jalan tol yang baik membuat bus melaju sangat halus. 

Bosan dengan pemandangan yang itu- itu saja, gua kembali terkantuk dan tidur kembali.. 

Rabu, 11 Maret 2015

Itinerary & Biaya Selama 3 Hari di Singapura





Universal Studios, hari kedua di Singapore
Berikut rangkuman jadwal dan pengeluaran selama 3 hari explore Singapore. Post Ini adalah catatan perjalanan Singapore- Malaysia selama 8D7N meliputi kota Singapura, Johor Bahru, Melaka, Kuala Lumpur dan Putrajaya dengan biaya 2,5 juta Rupiah (sudah termasuk biaya airline, akomodasi, transportasi umum, makan, jajan dan oleh-oleh)

Untuk catatan selama di Singapura sila kunjungi post yang ini:


Itinerary DAY 1
Time
Destinasi
Keterangan
Pengeluaran
13.00
Mendarat di Changi
Air Asia Bandung-Singapore

14.30
Imigrasi & Prayer room



Stasiun MRT Changi
Beli Singapore Tourist Pass (3-DAY PASS) + Deposit kartu
SGD 30
15.30
Sampai di Stasiun Bugis


16.30
Check in Hostel Bunc@radius untuk 2 malam
Pemesanan di Traveloka.
Saat Check ini diminta 10 dollar untuk deposit
SGD 10
17.50
Sholat Ashar di Masjid dekat hostel


18.30
Merlion Park


20.00
Esplanade, Stadion Marina Bay, Helix By the Bridge
Beli ice cream 2 potong
SGD 2
22.15
MRT Bayfront


22.30
MRT Bugis - 7-11
Beli fanta large size
SGD 2,20


Total
SGD 44,20


Itinerary DAY 2
Time
Destinasi
Keterangan
Pengeluaran
08.00
Hostel Bunc@radius on Little India
Sarapan dan nonton TV di Hostel

09.30
Ke stasiun MRT Bugis – MRT Bayfront
Perjalanan ke Garden By the Bay

10.00
Garden By The Bay
Naik OCBC Skyway
SGD 5
12.00
MRT Bayfront – MRT HarbourFront
Mall Vivo City

12.30
Sentosa Broadwalk
Jalan kaki ke Sentosa Island
SGD 1
13.00
Universal Studios- Sentosa Merlion – Tiger Sky Tower, dll
Keliling Sentosa Island

15.30
Monorail Beach Station
Kembali ke mall Vivo City untuk naik MRT dari stasiun HarbourFront

16.00
Chinatown


17.00
Clarke Quay


18.30
Hostel Bunc@radius on Little India
Istirahat

20.00
Bugis Street
Beli oleh- oleh
SGD 10
21.30
7-11
Nasi rendang dan Slurpy
SGD 3,9 + SGD 1,6
22.00
Hostel Bunc@radius on Little India




Total
SGD 21.5

DAY 3

Time
Destinasi
Keterangan
Pengeluaran/ (Pemasukan)
08.00
Hostel Bunc@radius on Little India
Sarapan dan nonton TV di Hostel

09.30
Check out + Refund kartu
(SGD 10)
10.15
Ke stasiun MRT Bugis – MRT Raffles Place
Perjalanan ke Singapore River

10.30
Singapore River, Cavenagh Bridge


11.00
Merlion Park


12.00
Stasiun MRT Raffles Place – MRT Dhoby Ghaut


12.15
National Museum of Singapore


13.00
Stasiun MRT Dhoby Ghaut – MRT Fareer Park


13.30
Sholat Jumat di Little India


13.45
Makan Siang di samping Mustafa Centre
Nasi Briyani + Lemon Ice
SGD 6
14.00
Mustafa Centre
Beli coklat
SGD 8.70
15.00
MRT Fareer Park – MRT Botanic Gardens


15.30
Singapore Botanic Gardens
Beli Mango Juice
SGD 1.30
19.30
SBS Transit ke Orchard rd


20.00
Orchard road


21.00
Stasiun MRT Orchard – MRT Kranji


22.30
Stasiun MRT Kranji
Return Singapore Tourist Pass + Makan nasi lemak di Ananas Cafe
(SGD 10), SGD 2.20
23.00
SBS Transit 170 dari Halte stasiun Kranji – Imigrasi

SGD 1.50
23.50
Woodlands Immigration Check Point
Cap paspor keluar Singapore



Total
SGD 19.70


Deposit Uang Kembali (Pemasukan)
(SGD 20)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons