Rabu, 15 Mei 2013

Ketika "Homesick" Menyerang Mahasiswa









           Baru dua minggu di Jogja, Tika sudah nggak tahan pingin balik ke kampung halamannya di Bekasi “kangen mama, papa dan adiknya,” katanya dengan wajah yang memelas. Padahal di tempat kostnya ia tidak sendiri. Tika tinggal bersama Opi, teman SMA ia juga.

            Teman banyak, tempat wisata tersebar di kota ini, saudaranya pun juga ada yang tinggal di Jogja. “tapi suasananya tetap beda dibanding rumah.” Tambahnya. Bahkan kalau malam ia suka update tweet di Twitter untuk meluapkan perasaannya.

            Nah, kalau dilihat dari gejalanya, pasti Tika ini mengidap “penyakit rumah” atau Homesick. Ini adalah sesuatu yang wajar ketika seseorang berada jauh dari rumah dan keluarganya. Bagi beberapa orang, homesick akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Tapi bagi yang sulit melepasnya karena basic- nya kurang mampu beradaptasi, ini bisa jadi masalah yang cukup mengganggu, misalnya jadi kehilangan semangat.

            Kalau sudah seperti ini, apa kira- kira solusinya?. Sebenarnya jalan keluarnya banyak sekali. Nah ini dia beberapa tips untuk menghilangkan Homesick yang sudah membudaya di kalangan anak rantau:

1.      Tambah kesibukan. Caranya bisa ikut UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampus atau Ikatan Pelajar Daerah. Jogja menyediakan asrama daerah bagi mahasiswa rantauan untuk berkumpul bersama. Dengan ikut itu semua, kamu bakal punya keluarga baru.

2.      Cari teman sebanyak- banyaknya. Kalau bisa cari yang dari luar pulau, atau yang lebih jauh dari kampong halamanmu sendiri. Dengan begitu kamu bisa curhat, saling memotivasi dan tentunya lebih bersyukur karena ada yang lebih “parah” nasibnya dengan yang kamu alami.

3.      Buat kamar kost senyaman mungkin. Contohnya dengan memajang foto keluarga, membawa barang kesukaan, atau hal- hal yang bisa membuat kamu “feels like home” di kota pelajar ini.

4.      Manfaatkan teknologi. Berkat kemajuan teknologi, sekarang nggak hanya bisa telpon atau SMS dengan orang yang kamu rindukan. Sekarang sudah ada Skype yang bisa saling bertatap muka lewat koneksi internet.

5.      Jalan- jalan. Jogja merupakan kota wisata yang tiada matinya. Kunjungilah satu- persatu dengan teman- temanmu, kalau bisa ke kota lain di daerah jawa ini. Lebih asik kalau dibarengi dengan mencicipi kuliner di kota ini.

6.      Tetap positif. Nikmatilah setiap aktivitasmu dengan berpikir positif. Ikutilah alur kehidupan di negeri orang bagaikan air yang mengalir. ini adalah latihan yang menjadikanmu lebih dewasa dan tangguh agar tidak selalu bergantung pada orang tua.

7.      Adaptasi. Semakin cepat kamu bisa beradaptasi dengan lingkungan barumu, semakin cepat bisa lepas dengan homesick. Jangan selalu galau dan melankolis di kota Jogja ini. Jogja punya banyak cerita yang harus kamu tulis melalui rangkaian kehidupanmu sebagai mahasiswa rantau.

            Sekarang sudah nggak ada lagi alasan buat Homesick. dibawa santai saja dan raih impianmu di kota Istimewa ini demi orang- orang yang kamu sayangi dengan kuliah yang rajin sekaligus berharap membawa hasil yang membanggakan. Bukan menambah beban orang tua dengan selalu mengeluh. Lagi pula bukankah ini konsekuensi yang siap kamu hadapi sebagai anak rantau di negeri orang? 

Minggu, 28 April 2013

Goes to UI




Entah ada bisikan dari mana gua bisa senekat mengambil keputusan dengan mudahnya. Waktu itu rencana gua pulang ke rumah Cuma buat kumpul bareng keluarga. Mumpung saat itu ada liburan paskah dan mata kuliah dasar- dasar Jurnalistik di hari senin dosennya gak mau dateng. Jadi gua gak mau menyia- nyiakan kesempatan itu daripada harus membusuk di kosan selama 4 hari.. *Males Gilak*



“Gua tunggu di jalur 3. Keretanya berangkat jam 10:15”

Dari sinilah perjalanan itu dimulai. Gua menunggu kedatangan musuh  yang menghantui kehidupan gua dulu sewaktu di SMA (mungkin sampe sekarang juga, tapi intensitasnya berkurang, hehe) . Namun kini dia berhasil menemukan seonggok kain kuning dari beribu- ribu warna tumpukan almamater yang di obral di SNMPTN 2012. Dan dalam rangka menunjukan kemegahan kampusnya, dia menyanggupi keinginan gua untuk sekedar berkeliling disana.

Rupanya sosok dan arwah itu datang. Tambah gendut? Tambah kurus? Biasa aja ternyata. Dia melangkah semakin dekat sementara gua duduk di peron sambil melihat ramainya penumpang commuter line yang siap capcus. Ironisnya, kereta itulah yang akan gua naikin. Gua sudah membayangkan bakal berdiri sampe stasiun manggarai, padahal kalo gua masuk daritadi mungkin masih banyak tempat duduk yang kosong. Tapi syukurlah masih bisa nyempil dan bisa berdiam. Gak kayak dulu sama babay dan alief yang ketawa cekikikan liat ekspresi emak- emak lagi ngegosip tepat posisinya disebrang.

Stasiun Manggarai
Sampai di Stasiun Manggarai… kita transit disana. Rupanya menunggu waktu lumayan lama Commuter line yang ke Depok.

*Bete*

*Duduk*

*Dengerin musik*

*Ngobrol dan kita sharing pengalaman*

*Menikmati hiruk pikuk stasiun*

Campur aduklah pokoknya. Gak tau harus apalagi yang gua lakuin betapa betenya. rasanya pengen flash mob heavy rotation. Pengennya cepet- cepet nyampe.

Eh begitu keretanya dateng malah penuh! . Shit.  Gua udah bayar mahal- mahal, berdiri, eh terus Cuma kipas angin yang nyala. Apa- apaan nih. Yaudah deh jangan bawel.

Nyampe di Pocin

Kereta yang kami tumpangi sampai di tujuan. Kami memilih turun di stasiun pocin, katanya lebih deket. Temen gua ini mulai deh aura- aura tour guide muncul.


Suasana sedikit dramatis.. Akhirnya bisa menjajakan kaki di UI, setelah 5 tahun gak ziarah kesini. Secara kasat mata permukaan UI sudah banyak yang berubah. Lebih rapih dan modern. Apalagi perpustakaan pusatnya, Kece abis! Arsitekturnya megah dan bersatu dengan alam. Rasanya pengen gua cubit pipi arsiteknya, hmmpfft  *emak- emaknya muncul deh*



Destinasi kita pertama adalah Perpustakaan pusat! Disitu gua foto- foto, ubek- ubek buku, jalan- jalan,  dan diajak mondar- mandir sama dia dari ‘bawah- atas- bawah’.



Ada yang menjadi kegalauan gua saat di perpustakaan. Kaki gua seakan terdiam, tidak dapat bergerak dan seakan ada yang membisik gua ke rak buku yang gua gak tau arahnya. Bagaikan besi yang tertarik oleh magnet.



Saat gua memperhatikan apa yang ada di sekitar, God! Hatipun menjadi sesak. Gua melihat tumpukan buku Arsitektur dan memutuskan duduk diantara tumpukan buku Arsitek. Gua teringat pada masa lalu, dari SMP- SMA menginginkan masuk jurusan Arsitektur dan bertekad belajar,  untuk bisa masuk jurusan IPA. Menggambar kota, gedung, dan pemandangan di waktu luang. Masa remaja gua lalui untuk bermimpi. Barangkali gua berjodoh masuk jurusan itu. ,Karena satu dan lain hal gua gak bisa masuk sana, dengan berat hati gua berusaha lupakan semua jerih payah itu dan melawan arus cita- cita.



Matahari semakin terik. Perut terasa lapar dan waktunya sholat. Dari perpustakaan kita bertolak ke MUI (re: Masjid ukhwah islamiyah) dan setelah itu kita makan di kantin pinggir danau. Menu yang gua pilih saat itu adalah Nasi Uduk+ Ayam+ jus Jambu. Sementara temen gua beli Gado- gado *kalo gak salah dan minuman yang sama dengan gua.


Sudah kenyang kita jalan lagi ke Fakultas Ilmu Budaya dan mengunjungi jembatan Teksas. Di fakultas tersebut gua juga menjadi lebih tegar karena ada sesuatu yang tidak bisa terwujudkan.




Matahari yang semula terik, kini menjadi mendung. Seakan menahan gua lebih lama untuk di UI. Akhirnya, hujan pun tidak dapat dihindarkan hingga sore. Dalam perjalanan menuju stasiun untuk pulang, kita harus berteduh dulu di halte Bikun. Sore yang begitu sejuk dan basah.





Untuk pulangnya gua request untuk naik kereta di Stasiun UI. Karena gua pengen menikmati lebih lama suasana kampus *walaupun sudah ngos- ngosan* dan melintasi Makara, logo Universitas Indonesia  (kata temen gue simbol ini menyimpan mitos dikalangan anak UI).




Dalam perjalanan pulang di kereta. Ada pemandangan yang biasa, namun menjadi luar biasa karena gua melihat langit tersenyum dengan lipstiknya. Pelangi! Yang sangat luas lingkaranya .. dan sampai ditulisnya postingan ini, gua belum melihat pelangi lagi. Spasiba Balshoy buat temen gue yang sedia menemani gue ke kampusnya, Perjalanan yang menjadi bahan cerita terbitnya postingan ini. 

Sabtu, 02 Maret 2013

bikin berita lagi



ini tulisan kedua gua yang masuk buletin UKM pers di kampus. kali ini gua buat artikel tentang ulang tahun UMY.. tulisan gua masuk ke rubrik "Remeh Temeh"., dalam pembuatan buletin ini, gua selaku sebagai reporter dan layouter. yang gua publik disini adalah tulisan gua murni yang belum diedit sama editor. sebenernya udah ada hasil editannya. tapi gua gak pegang copy-an nya.. jadi kapan- kapan deh gua share., but, kurang lebih isinya sama aja kok



Wish my campus all the best
                                                                                                          
            Waktu terus bergulir, tak terasa usia kampus kita menginjak usia 32 tahun. Usia yang cukup matang bagi sebuah institusi perguruan tinggi. Ngomong- ngomong tentang bertambahnya usia, pasti tidak terlepas dari namanya harapan kan?. Pada moment Milad ini, Semuanya pasti berharap untuk masa depan UMY. Setidaknya menjadi lebih baik daripada sekarang.

            Sebenarnya seberapa pentingkah harapan itu? Setiap manusia pasti pernah berharap. Ya.. Setidaknya membayangkan masa depan yang lebih baik dari sekarang. Harapan membuat seseorang berusaha keras untuk mencapainya agar menjadi kenyataan. Contohnya seperti mahasiswa yang berharap lulus dengan IPK cumlaude jika graduate nanti dan membuat orang tuanya bangga. Itu pasti butuh kesungguhan dan perjuangan yang besar agar semua itu bisa terwujud. Jadi harapan itu merupakan motivasi agar semuanya lebih baik dan sesuai dengan yang kita inginkan.

            Selaku mahasiswa UMY kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena pada bulan Januari 2013 lalu lembaga peringkat universitas se-dunia, Webometrics. mengeluarkan hasil survey bahwa kampus kita berhasil menjadi PTS nomor satu se-Jateng dan DIY serta menduduki PTS peringkat ketiga di Indonesia. Pernyataan itu bagaikan sebuah harapan untuk menjadi “nomor satu” terwujud. Hal ini merupakan kabar baik di awal tahun 2013 sekaligus merupakan kado terindah untuk Milad UMY pada bulan Maret nanti.

            Penghargaan yang kampus kita raih sepatutnya kita jadikan sebuah perjuangan baru untuk menjadikan UMY yang lebih unggul lagi dan tidak menutup kemungkinan jika kedepannya menyandang PTS peringkat ke-satu di Indonesia atau bahkan universitas nomor satu di tanah air jika seluruh civitas akademika bersinergi demi kemajuan. Sebab suatu harapan yang terwujud bukanlah akhir dari perjuangan. Tapi justru memotivasi kita untuk menambah intensitas perjuangan dengan sebuah harapan yang baru.

            Singkatnya, jangan berhenti berharap. Tapi jangan juga membuat harapan yang kosong. Berjuanglah atas apa yang kita harapkan dan lakukan yang terbaik. Karena harapan tanpa kerja keras sama saja seperti usaha menjaring angin.

Nah, bagaimana harapan kalian untuk kampus kita tercinta? (Aul)

Rabu, 13 Februari 2013

Wawancara dengan pimpinan ranting Aisyiyah



Ini adalah tugas mata kuliah Kemuhammadiyahan gue untuk wawancara secara kelompok pimpinan ranting Muhammadiyah/ Aisyiyah. berikut adalah laporan wawancara kelompok gue:




PROFIL RANTING

Aisyiyah adalah sebuah gerakan perempuan Muhammadiyah yang lahir hampir bersamaan dengan lahirnya organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Dalam kiprahnya hampir satu abad di Indonesia, saat ini ‘Aisyiyah telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah “Aisyiyah (setingkat Propinsi), 370 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (setingkat kabupaten), 2332 Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (setingkat Kecamatan) dan 6924 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (setingkat Kelurahan).

Ranting Aisyiyah Ngestiharjo Selatan berdiri pada tahun 1983. Beralamat di Sonopakis lor RT 01, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Saat ini Ranting Aisyiyah Ngestiharjo Selatan memiliki 2 orang pimpinan. Salah satunya adalah ibu Djihad Hisyam M. Pd. yang kami wawancara. Jumlah yang menjabat sebagai sekretaris juga 2 orang, yaitu ibu Rubiyati yang beprofesi sebagai guru, dan ibu Istiyanti yang kini bekerja sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta fakultas pertanian.




Ranting ini mempunyai ratusan anggota, namun masih sedikit yang mempunyai kartu anggota resmi. Dalam dinamika perjalanannya, ranting ini belum ada pembentukan kader karena masih sulit untuk merekrut anggotanya.



Inilah Hasil Laporan Wawancara Kami Dengan Ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah Ngestiharjo Selatan: 

·           Apakah ada hubungan dengan instansi pemerintah setempat?
Jawaban: Ranting Aisyiyah Ngestiharjo ini memiliki hubungan baik dengan instansi-instansi daerah setempat, seperti hubungan dengan kecamatan, kelurahan, Pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) , serta instansi lainnya.

·           Program rutinnya apa saja bu?
Jawaban: Ada beberapa program rutin kami, yaitu:
1.      Setiap bulan Ramadhan kami menyelenggarakan pasar amal yang dilakukan dengan berkelompok. Pasar amal itu kami adakan di lapangan yang ada di wilayah setempat. Di pasar itu kami menjual barang kebutuhan dan sembako dengan harga yang murah dan disubsidi.
2.      Pengajian akbar setiap setahun sekali di setiap Idul Adha.
3.      Pertemuan rutin berupa pengajian yang setiap bulannya pada tanggal 13. disetiap pertemuan rutin itu setiap anggota mengumpulkan ¼ kilogram beras untuk disumbangkan ke fakir miskin, anak yatim, orang lanjut usia dan janda- janda.

·           Pelaksanaan dari program rutin tersebut seperti apa dan bagaimana proses/ hambatannya?
Jawaban: Program- program tersebut dilakukan untuk membatu masyarakat yang kurang mampu dengan membagikan daging Qurban. Kemudian pada pasar amal disetiap kelompoknya membagikan paket sembako yang disubsidi. Seperti contoh, jika awalnya seharga Rp. 25.000 menjadi Rp. 15.000. Sasaran kegiatan rutin ini adalah janda-janda, anak yatim, dan masyarakat yang kurang mampu.

·           Sumber pendanaan kegiatan- kegiatan tersebut dari mana?
Jawaban: Pasar amal sendiri diberi modal oleh pimpinan ranting Muhammadiyah dan bantuan dari donatur- donatur yang memberikan sumbangannya dan uang tersebut bisa kembali lagi ke ranting, jadi semacam investasi. Sedangkan disetiap pengajian idul Qurban, dari pimpinan ranting sendiri memberikan subsidinya.

·           Seperti apa mekanisme penggalian dananya?
Jawaban: Mekanisme penggalian dana program- program kami yaitu mencari donatur- donatur yang kemudian mereka memberi sumbangan berupa uang maupun pakaian- pakaian yang layak pakai. Untuk anggota, mereka juga menyumbang hal serupa pada pertemuan rutin. Kalau dari pimpinan ranting, kami mengadakan pertemuan- pertemuan untuk memperoleh dana.

·           Motivasi ibu ber-Muhammadiyah dalam Aisyiyah?
Jawaban: “Motivasi ibu ber-Aisyiah untuk mencari ridha Allah SWT saja, karena disini kita tidak ada gaji, dan semua ini adalah pengabdian untuk sesama serta demi umat. Jadi kita bisa banyak beramal lewat Aisyiyah”



·           Apa saja pengalaman menarik dalam ber-Muhammadiyah/ Aisyiyah?
Jawaban: Saya ikut Aisyiyah sejak berdirinya ranting Aisyiyah Ngestiharjo selatan ini, yaitu pada tahun 1983. Saat itu saya masih menjadi anggota. Saya menjalani ini selama bertahun- tahun yang kemudian menjadikan saya sebagai sekretaris dan diangkat lagi menjadi bendahara.

Hingga pada saat musyawarah pemilihan pimpinan ranting lalu, saya terpilih dan dikatakan bahwa poling suara terbanyak tidak harus menjadi ketua, namun pada saat pemilihan ketua baru justru ibu Djihad yang mendapatkan poling suara terbanyak dan ditunjuk menjadi ketua.

Awalnya ibu tidak menyangka untuk menjadi ketua, namun karena sudah kesepakatan bersama sehingga mau tidak mau harus menjadi ketua karena tidak diperbolehkan untuk menolak, walaupun sebenarnya ibu Djihad tidak menginginkan untuk menjadi ketua. Namun ibu menerima saja amanah yang diberi demi keberlangsungan Aisyiyah disini.



Wawancara ini kami laksanakan pada:
Tanggal                      : Sabtu, 5 Januari 2013
Pukul                          : 10:15 WIB – 11: 30 WIB
tempat wawancara    : Bertempat di Kediaman pimpinan ranting Aisyiyah Ngestiharjo Selatan.

Jurnalis Muda



Kali ini gue posting sebuah berita yang gue buat sendiri. Ini adalah serangkaian proses magang gue di UKM Pers mahasiswa kampus yaitu "LPPM Nuansa UMY". Magang disini adalah proses pelatihan bagi jurnalis baru dalam membuat maupun mengolah berita. Sistemnya yaitu berkelompok dan menerbitkan sebuah buletin. Pada magang ini, gue kedapetan job desk sebagai pimpinan redaksi yang mencakup sebagai reporter dan editor.

inilah hasil karya gue dalam membuat berita. Berita ini sudah di edit oleh salah satu dari 3 editor kelompok gue, yaitu Cadika. Berita ini termasuk kategori "Liputan"..



KSR UMY berbagi darah ke PMI

Yogyakarta – Suasana kantin selatan FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jum’at (11/01/13) terlihat berbeda dari hari biasanya. Pada sisi timur kantin terlihat sebuah minibus kesehatan menyelenggarakan aksi sosial.  Korps Suka Rela UMY selenggarakan aksi donor darah bertemakan “Bukti Cinta Terhadap Sesama”.

Aksi donor darah yang diselenggarakan oleh KSR UMY bekerja sama dengan PMI cabang Bantul ini digelar secara rutin setiap bulannya sebagai bentuk bakti sosial dari KSR UMY serta turut membantu PMI dalam menyediakan kantong darah. “Tujuannya untuk membantu sesama, karena banyak unit PMI yang sering kekurangan kantong darah. Jadi kita membantu PMI dalam menyediakan kantong-kantong darah untuk melayani masyarakat. Selain itu, juga untuk melaksanakan program kerja, dimana donor darah adalah salah satu dari program kerja KSR” ungkap ketua panitia aksi donor darah, Linggar Prawesti.

Sebelum melakukan donor darah, Peserta donor harus mengisi formulir dan memenuhi kriteria serta melakukan cek kesehatan berupa pengukuran berat badan, cek darah, cek hemoglobin (HB), dan cek tensi darah.

“Misalnya untuk perempuan berat badan minimal 50 kg, kalau dibawah itu walaupun kurang 1 Kg tidak bisa ikut donor. HB nya juga ada batas- batas wajarnya. Nanti tensinya kalau rendah gak berani diambil darahnya. Jadi peserta donor harus memenuhi syarat kemudian boleh diambil darahnya” Ujar Linggar yang juga merupakan mahasiswa akuntansi UMY 2010.

Aksi donor darah ini diikuti lebih dari 50 peserta pendonor dan dapat mengumpulkan 35 kantong darah yang akan disalurkan ke PMI kota Jogja. Kemudian didistribusikan ke cabang PMI Bantul serta kabupaten- kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang selanjutnya kantong- kantong darah tersebut didistribusikan lagi ke rumah sakit yang membutuhkan persediaan darah. (Aul)




Selasa, 01 Januari 2013

Sekaten (sebuah pasar malam Jogja)




SEKATEN
That's why I miss Dufan


Foto bersama temen- temen kampus. Saya di paling belakang  ketiga dari kanan 

Pada bulan desember akhir 2012 lalu, saya dan teman- teman sekelas berkunjung ke Sekaten dan meliput serta menggali informasi tentang Sekaten.

Mungkin kalian yang berada diluar Jogja bertanya, Sekaten itu apa sih?
Nah, sebelum saya jelaskan kenapa saya tulis dibawah judul ada tulisan yang artinya "kangen Dufan". Maka saya jelaskan dulu apa itu Sekaten.

Inilah informasi yang saya dapatkan ketika saya berkunjung kesana...

Sekaten adalah sebuah pasar malam yang digelar Alun- Alun utara Yogyakarta. Sebenarnya ini adalah perayaan yang tiap tahun dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal atau dalam bulan Jawa disebut Mulud. Untuk tahun ini, perayaan Sekaten digelar hingga tanggal 24 Januari 2013 dan resmi dibuka oleh Sri Sultan HB X pada tanggal 21 Desember 2012.

Suasana Sekaten

Uniknya., Berbeda dengan Pasar Malam pada umumnya, Sekaten memiliki cerita sejarah. Sekaten berasal dari kata Syahadatain (dua kalimat syahadat). Sekaten adalah cara Sri Sultan Hamengkubuwono I  untuk menyebarkan islam kepada masyarakat Yogya dan sekitarnya dengan cara menyisipkannya melalui budaya agar lebih mudah diterima dan tradisi ini terus berlangsung dari generasi ke generasi. 

Pada hari pertama, upacara Sekaten diawali dengan iring-iringan gamelan yang akan dimainkan di Masjid Agung sempai dengan tanggal 11 bulan Mulud selama 7 hari berturut-turut. Puncak perayaan Sekaten pada tanggal 12 ditandai dengan Grebeg Muludan, yaitu iring-iringan gunungan yang dibuat oleh keraton pada upacara Tumplak Wajik yang dilakukan 2 hari sebelum upacara grebeg muludan. Gunungan ini setelah didoakan akan diarak dari Keraton untuk kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang beranggapan bahwa gunungan ini membawa berkah untuk mereka.

Di musim libur seperti ini, Sekaten bisa jadi alternatif liburan bareng teman ataupun keluarga. Di Sekaten terdapat banyak wahana permainan. Yaitu: 
  • Bianglala
  • Kora- Kora
  • Bom bom car
  • Kereta mini
  • Rumah hantu
  • Ombak
  • Pentas lumba- lumba
  • Ular Raksasa
ini Video amatir keramaian di Sekaten:





nah.. oleh karena itu Sekaten bisa juga disebut "Mini Dufan" atau "Dufannya Jogja". hampir semua permainan disana mengambil konsep dari Dufan. itulah sebabnya saya kangen Dufan dan semua pengalaman saya waktu berkunjung kesana. Di Sekaten saya naik kora- kora yang pasti bentuknya lebih kecil daripada di Dufan dan kurang menantang, hehe. Tapi lumayanlah bisa ngobatin rasa rindu dan bayarnya juga lebih murah. Yaitu cukup Rp.5000 untuk sekali naik.

nah ini adalah beberapa foto- foto Sekaten:

*untuk memperbesar gambar, silahkan Klik gambarnya

Sekaten Jogja: Altar Ria Jogja

Pentas lumba- lumba
Wahana Rumah Hantu

hmm rame ya..
Kora- Kora yang sedang "menukik"

Ombak dan aksi nekat ahli

Mini Train


Kora- kora


Bom bom car


  Oh iya, bukan hanya itu aja, di Sekaten juga ada stand dan kuliner. Pengunjung bisa melihat dan berbelanja di beberapa Stand yang menampilkan wisata Yogya seperti kerajinan tas- tas cantik dari Wates, Kerajinan gerabah dari Kasongan, maupun hiasan perak dari Kota Gede. Untuk kulinernya ada Stand yang menyajikan makanan khas dan olahan dari Yogya, misalnya berbagai jenis buah salak dan olahannya dari Sleman, Geblek dari Kulon Progo, Kipo khas Kota Gede, Geplak dari Bantul dan lainnya.

Bagaimana? Terlihat seperti Dufan kan? udah iya aja  , hehe. Jadi, Selamat bersenang- senang di Sekaten.

Jogja Istimewa ^^


Kecewa dan Tahun Baru 2013







Hai teman, readers. 
Selamat Tahun Baru  (Rus: С Новым годом). Selamat datang 2013 !! 2012 sudah berakhir dan hanya menjadi kenangan. Tapi gak tau kenapa gua ngerasain tahun baru ini biasa aja. Padahal ini pertama kali gua ngerayain tanpa keluarga (gak dirumah), di luar daerah, yaitu di Jogja. 

Semalem gue ngerayainnya dengan keliling kota Jogja bareng temen- temen kampus. tapi gua berangkatnya setelah malam pergantian. jadi gua nonton perayaan di TV dulu, baru setelah itu kita jalan. Rute nya yaitu ke Jl. Malioboro- Tugu Jogja- UGM - Alun" Selatan pake motor. sebenernya sih gua sama temen- temen gak mau keliling pake motor karena udah pasti macet. Tapi karena situasi jogja dari magrib sampe jam setengah 12 ujan, jadi kita nunggu ujan reda dulu. lalu terpaksa deh kita semua bawa motor. daripada di kosan doang, bete. 


Gua dan temen- temen berangkat dari jam 00: 02 dan selesai muter- muter jam 02: 20.. capek sih, soalnya kejebak macet. tapi gua bisa liat begitu antusias nya orang- orang dan ramainya kota Jogja semalem. cuma yang bikin gua heran adalah, kenapa sih tiap tahun baru di seluruh dunia kayak gini? padahal gak ada sambutan dari langit atau dari bumi sendiri. alhasil, jadilah sesampai di kosan gue ngetweet tentang malem tahun baru yang biasa- biasa aja. walaupun saat itu penuh dengan sorak- sorai warga. dan perasaan gue....... Kecewa. 


inilah tweet gua semalem. sebanyak 6 tweet gue muntahkan akibat keheranan gua tentang malem itu,. : 



mana? mana? gue gak ngerasain. Tak ada sesuatu yang baru di bawah langit


tadi gue lihat orang- orang bersorak. berkumpul dan melontarkan kebahagiaan. tapi apa yang bumi dan langit lakukan.. Tidak ada!!

tadi gua keluar dan berusaha mencari sesuatu yang baru. tetapi usaha ini seperti menjaring angin. tidak ada hasil dan melelahkan

bumi tetap terus berputar, apa yang dilakukan hari ini akan dilakukan kembali di tahun depan. ya, begitu aja ...

gua menatap dan berusaha sadar bahwa ini baru, coba lihat !. tapi apa? itu udah ada dari dulu, dan seperti itu terus.. lalu, apa yg baru?


dan terakhir gue kasih makna filosofis apa tahun baru itu yang gua tulis pada 2011 akhir lalu: 

ini blog yang gue tulis tepat tahun lalu..









Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons