Sabtu, 10 Oktober 2015

Menjadi Turis Di Kuala Lumpur (Explore KL, DAY – 1)




** Ini adalah catatan perjalanan Singapore- Malaysia selama 8D7N meliputi kota Singapura, Johor Bahru, Melaka, Kuala Lumpur dan Putrajaya dengan biaya 2,5 juta Rupiah (sudah termasuk biaya airline, akomodasi, transportasi umum, makan, jajan dan oleh-oleh)


Bus sampai di Terminal Bersepadu Selatan, KL. Terminal ini melayani perjalanan bus antarkota seperti Melaka, JB, serta Singapura dan terintegrasi dengan Kereta Komuter, LRT, Kereta bandara. Sesampai di KL, tujuan pertama gua yaitu langsung ke Hostel untuk check in. Hostel gua bernama Cosmopolitan, letaknya sangat dekat dengan stasiun monorail Chow Kit. Untuk kesana gua harus naik LRT terlebih dahulu sampai stasiun Titiwangsa dan disambung dengan monorail. Tarifnya RM 2.60

Baca : Touchdown Kuala Lumpur 

HOSTEL COSMOPOLITAN - CHOW KIT

Perjalanan menggunakan LRT dari Bandar Tasik Selatan ke Stasiun Titiwangsa membutuhkan waktu 30 menit melewati 11 stasiun, kemudian bertukar dengan monorel ke stasiun Chow Kit.

Stasiun Chow Kit ada di jalur warna hijau
Sesampai di Chow Kit. Gua langsung mencari letak hostel Cosmopolitan yang sebelumnya sudah gua pesan melalui traveloka. Harga untuk semalamnya hanya Rp35.000, murah banget kan?. Itu gua bayar setengah harga, karena gua dapet diskon 50% dari Traveloka. Letak hostel ini juga sangat strategis, cukup 2 menit jalan kaki dari stasiun Chow Kit.

Hostel Cosmopolitan
Karena penawaran bermalam disini sangat hemat, maka fasilitasnya pun mengikuti. Kita hanya diberi loker tanpa kunci, jika mau aman kita bisa membeli gembok kecil harganya RM9. Tapi selama waktu disana gua gak tertarik untuk membelinya, dan gak kehilangan apa-apa. Orang- orang yang sekamar dengan gua pun gak ada yang mengunci lokernya.

Breakfast dan Selimut juga gak tersedia, sebagai gantinya gua lepas seprai untuk dijadikan selimut. Fasilitas air panas juga gak ada. Tapi sejauh ini gak ada yang mengecewakan, gua mendapatkan sesuai yang tertulis dalam pesanan yaitu kamar AC dan Wifi. Fyi, hostel ini terkenal dimata para backpacker. Karena sebelum gua memutuskan untuk menginap disini, gua mencari informasi tentang hostel ini dan gua bisa melihat banyak sekali turis yang menjadikan hostel ini sebagai rekomendasi untuk menginap di KL.




Gua dapat kamar yang berisi enam orang dengan kasur tingkat. Hanya gua dan teman gua yang jadi turis Asia di kamar itu, empat orang yang lainnya dari Eropa dan Australia.

BATU CAVES 
                            
Setelah check in selesai dan taro barang, gua langsung explore KL. Tujuan pertama gua yaitu Batu Caves. Kenapa Batu Caves? Gak ke petronas dulu?.. hehe. Karena Batu Caves letaknya paling jauh dan paling capek karena untuk mencapai goa harus naik ratusan anak tangga. Khawatir kalo ditaro di list paling terakhir udah capek duluan..

Untuk ke Batu Caves gua pake Monorel ke Titiwangsa dan sambung dengan LRT ke Stasiun PWTC, pembayaran dari Chow Kit ke PWTC cukup satu kali bayar karena sudah terintegrasi. Sampai di PWTC kita harus keluar stasiun dulu dan jalan kaki 300 meter ke Stasiun KTM Komuter Putra (pakai jalur merah) untuk ke stasiun Batu Caves. Biaya dari Putra ke Batu Caves RM1.80..



Stasiun Batu Caves
Beruntungnya lagi, tanpa sepengetahuan gua. Pada hari gua ke Batu Caves 3 Februari 2015 lalu sedang ada perayaan Hindu tahunan terbesar di dunia, yaitu Thaipusam. Wow! Dapat bonus nih. Untuk yang belum tahu, Thaipusam adalah perayaan umat Hindu Tamil untuk membayar nadzar yang dipersembahkan kepada dewa Murugan karena dosa dan hajat mereka telah dikabulkan dengan cara membawa sesajian dan menyiksa diri. Perayaan ini sangat meriah dan bisa dipadati puluhan ribu pengunjung, Jadi banyak orang Hindu dari luar Malaysia seperti India yang ikut datang merayakan.



Thaipusam 2015

Batu Caves when Thaipusam 2015

Thaipusam 2015

Human crowd at Batu Caves when Thaipusam



inside Batu Caves


Info Thaipusam:

Selama perayaan wisata Batu Caves tidak ditutup. Akses masuk goa dipisah antara wisatawan dan yang beribadah, tersedia jalur khusus bagi mereka yang merayakan .Oh iya, untuk masuk ke area Batu Caves ini kita gak perlu membayar. Jadi manfaatkan berlibur ke Kuala Lumpur untuk melihat perayaan terbesar di dunia ini, Thaipusam pada tahun 2016 nanti jatuh pada tanggal 24 Januari loh!

KANTOR KERETAPI TANAH MELAYU

Setelah dari Batu Caves gua melanjutkan perjalanan ke stasiun Kuala Lumpur dengan membayar RM2, Stasiun Kuala Lumpur ini adalah stasiun tertua di Malaysia, ketika sampai disini mengingatkan gua dengan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Nah diseberang stasiun Kuala Lumpur inilah terdapat kantor pusat perusahaan kereta api Malaysia yang arsitekturnya unik, bangunan ini punya ciri khas arsitektur Eropa. Banyak yang bilang seperti dalam film Harry Potter.. Jadi gua sempatin untuk foto- foto disini.


Stasiun Kuala Lumpur




MASJID NEGARA

Gak jauh dari Stasiun Kuala Lumpur, ada Masjid Negara Malaysia. Kalau di Indonesia seperti Masjid Istiqlal, namun tidak terlalu besar. Dengan bermodal screenshot peta, kami menempuh 5 menit jalan kaki untuk sampai kesini. Disini gua sekaligus sholat Maghrib jam 19.30.

DATARAN MERDEKA

Selepas sholat Maghrib gua pergi ke Dataran Merdeka (Merdeka Square). Dulu ini adalah pusat pemerintahan koloni Inggris di Malaysia. Sekeliling Dataran Merdeka ini banyak bangunan beraksitektur negara jajahan Malaysia tersebut.

Disini juga terdapat tiang bendera setinggi 100 meter, tertinggi dunia. Di tiang inilah bendera Union Jack diturunkan dan diganti dengan bendera federasi Malaysia.




Selengkapnya tentang hal menarik di Dataran Merdeka:

MENARA PETRONAS


Keliling Kuala Lumpur hari pertama gua akhiri dengan mengunjungi Menara Petronas di malam hari. Dari Dataran Merdeka bisa jalan kaki ke stasiun Masjid Jamek untuk menggunakan LRT ke stasiun KLCC.

Mengunjungi menara ini adalah salah satu impian gua dari kecil. Entah kenapa waktu itu betah banget duduk- duduk di taman air mancur dan gak berenti foto- foto menara Petronas ini. Mungkin karena gua suka arsitektur, sampe lupa kalau transportasi umum di Kuala Lumpur gak beroperasi lagi setelah jam 23.00.

Akibatnya, niat gua balik dari KLCC pake LRT dan transit Monorel di stasiun Hang Tuah gak keburu. Gua justru gak dapet layanan Monorel dari stasiun Hang Tuah untuk ke Chow Kit. Nyeseknya lagi monorel yang baru berangkat di depan gua adalah layanan terakhir. Setelah tanya- tanya, untungnya masih ada layanan terakhir ke stasiun Titiwangsa pake LRT, dan dari Stasiun Titiwangsa gua dan teman- teman jalan kaki 2 km lebih menyusuri jalur monorel biar gak kesasar untuk balik ke hostel.

Terkadang dalam suatu perjalanan ada suatu kejadian kocak yang justru bikin kita ketawa sendiri. Entah kenapa bisa senekat itu jalan gelap- gelap tanpa khawatir ada orang jahat, apalagi di negara orang. hehe

2 komentar:

Diam Tanpa Kata mengatakan...

suka sangat saya bacA Artikel kamu kawan. saya aja d KL DAH TIGA TAHUN KAGAX TAU JALAN

Juliantierma mengatakan...

wow keren :)

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons